Subuh
03 november 2016
Tiba tiba teringat saya memiliki catatan di sini,dan lama sudah tidak saya buka..baiklah sebagai rasa kangen saya awali dari apa yang membuat saya bertanya dengan apa yang saya baca dari banyaknya satu ungkapan dalam berbagai postingan tentang kalimat itu. .
Allah mengingatkan manusia hingga berulang sampai 31 kali dengan kalimat yang sama, dengan jumlah huruf yang sama agar manusia mudah mengingatnya dan pandai bersyukur.
فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?" (QS. Ar-Rahman [55] )
وَآتَاكُم مِّن كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ وَإِن تَعُدُّواْ نِعْمَتَ اللّهِ لاَ تُحْصُوهَا إِنَّ الإِنسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ ﴿٣٤﴾
“Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).” (QS. Ibrahim [14] : 34)
Jadi dalam ilmu bahasa, pengulangan atau repetisi berfungsi sebagai sebuah penekanan. Sudah ditanyakan melalui pertanyaan retoris lalu diulang – ulang pula. Rasanya, Tuhan seperti sedang bicara padaku, menyudutkanku sambil mengingatkan diri yang sering kali lupa. Tidak perlu menunggu tak berdaya untuk bersyukur bukan?
Semoga kita selalu bersyukur :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar