Hmmm… Barangkali benar, manusia sudah berada pada level yang jauh lebih buruk dari makna keburukan itu sendiri. Atau jangan-jangan, kita sudah tak mengerti batas antara kebaikan dan keburukan lantas melakukan apa saja hal-hal yang “melampaui batas”. Jauh sebelum hari ini, kita begitu kaget mendengar kabar seorang ayah yang membunuh anaknya sendiri. Tapi hari ini, kabar itu menjadi teman makan siang kita. Jauh sebelum hari ini, kita begitu bergidik melihat perselingkuhan seorang anak gadis dengan ayahnya sendiri, seorang ibu dengan anak lelakinya sendiri. Kini, semua itu biasa saja kita dengar. Oh, ada apa dengan kemanusiaan kita? Jauh sebelum hari ini, penguasa lalim, hakim yang berkhianat, pejabat yang bangsat, agamawan yang penipu, hanyalah bagian dari cerita dongeng yang membuat kita membenci mereka setengah mati. Kini, setiap hari kita bersitatap dengan mereka. Berbincang dengan mereka. Dan merasa biasa-biasa saja. Oh, ada apa dengan kemanusiaan kita?
“Bawakan gitar. Aku ingin bernyanyi.” kata setan menarikku dari lamunan.
***
I’ve been sittin’ here Tryin’ to find myself I get behind myself I need to rewind myself Lookin’ for the payback Listen for the playback They say that every man Bleeds just like me
And I feel like number one Yet I’m last in line I watch my youngest son And its help to pass the time I take to my pills Its helps to ease the pain I made a couple of dollar Bills still I feel the same
Ya, saya mengenal lagu itu. Only God Knows Why dari Kid Rock dalam album Devil Without a Cause. Lagu favoritku. Sejujurnya, ini agak aneh. Lagu itu biasanya dinyanyikan saa sedang sangat sedih. Saat sedang menyesali diri sendiri. Apakah kabar-kabar buruk yang berseliweran belakangan ini membuatnya benar-benar sedih dan gundah? Ya, ya, bisa saja. Saya juga terlampau sedih dan gundah mendengarnya.
Bahkan di saat-saat yang terburuk, seseorang yang ku tuduh Si Tuan Keburukan ini, tak melakukan hal-hal yang terlalu buruk—ia tak memutuskan bunuh diri atau membunuh anaknya sendiri, bukan? Ia tak “menatap keluar” sebagai musabab kesalahan. Ia menatap dirinya sendiri dan mencoba memperbaiki semuanya. Ia tak menyerah dan takluk, ia mencoba untuk terus menerus bangkit, bersabar, dan bertahan—tiga sifat yang kita curigai tak pernah dimiliki setan atau orang.
Dia berhenti sejenak. Ia lupa meneruskan pada kunci apa kord-nya harus dilanjutkan. Saya tak berani menyela. Ia sedang serius. Tak lama kemudian ia bernyanyi lagi.
Everybody knows my name They say it way out loud A lot of folks f**k with me It’s hard to hang out in crowds I guess that’s the price you pay To be some big shot like I am Outstretched hands and one night stands Still I can’t find love
And when your walls come tumbling down I always be around And when your walls come tumbling down I always be around
People don’t know bout the things I say and I do They don’t understand about The shit I’ve been trough It’s been so long since I’ve been home I’ve been gone I’ve been gone far way too long
Barangkali itulah salah satu alasan kenapa melakukan hampir segala hal dalam sembunyi, ia sendiri sebenarnya malu atas apa yang pernah ia perbuat di masa lalu. Tapi kita? Kita seperti tak pernah mengerti makna rasa malu—berkali-kali berbuat kesalahan, kejahatan, kebohongan, kenistaan, pengkhinatan, perselingkuhan pun kita tak pernah memilih untuk sembunyi. Kita selalu “terlihat”. Cuek saja di hadapan banyak orang. Dan tak jarang kita merasa bangga atas kejahatan yang kita perbuat. Oh, ada apa dengan kemanusiaan kita?
Suaranya tiba-tiba meninggi. Tapi terdengar kian serak dan bergetar.
Maybe I forgot all the things I’ve missed Oh somehow I know there’s more to life than this I said it too many times And I still stand firm You get what you put ini And people get what they deserve
Ya, ya, ya. Diri kita sepenuhnya ditentukan oleh apa yang kita perbuat, dan setiap orang ditentukan sepenuhnya oleh apa saja yang mereka lakukan dalam hidup yang mereka hidupi dan hidup yang ingin mereka hidup-hidupkan. Itu saja soalnya. Beranikah kita mengambil jarak dari kejahatan-kejahatan, kebohongan-kebohongan, kesalahan-kesalahan, dan mulai melakukan apa saja yang benar, apa saja yang jujur. Sama sekali tak ada alasan untuk berkubang dalam kesalahan-kesalahan yang bodoh, sama sekali tak ada alasan untuk menyerah dalam lingkaran kebohongan dan pengkhianatan, sama sekali tidak. Sebab kitalah yang menentukan hidup kita sendiri, kitalah penguasa atas jiwa kita sendiri. Panjatlah tebing itu, lompatilah, jemputlah masa depan baru yang setia dan berpihak pada keadilan, kejujuran, dan kebaikan.
Still I ain’t seen mine No I ain’t seen mine I’ve been giving just ain’t gettin’ I’ve been walking that there line So I think I’ll keep on walking With my head held high I’ll keep moving on and Only God knows why
Biarla dia menjalankan tugasnya. Biarkanlah ia terus menggoda kita. Tapi, biarkan sampai di situ saja. Jangan sampai kita kehilangan kemanusiaan kita. Manusialah yang memiliki kemampuan dan kesempatan untuk memilih yang baik atau yang buruk, kebaikan atau kejahatan, kebohongan atau kejujuran, pengkhianatan atau kesetiaan. Setan bahkan malaikat tak punya pilihan-pilihan itu.
“Aku sudah tak memiliki kesempatan untuk menjadi baik.” Kata dia di sela-sela nyanyiannya. “Only God, only God knows why… Only God knows why… Tapi aku ingin memberikan kesempatan pada manusia untuk meraih kebaikan paling sempurna, yakni ketika mereka mampu melampaui godaan dan ajakanku, mengabaikannya, dan menjemput kebaikan-kebaikan, kebenaran-kebenaran yang memang seharusnya mereka pilih. Itulah tugasku, menjaga gawang keburukan. Itulah tugasku, only God knows why… Aku ditugaskan untuk menyempurnakan nilai kebaikan. Berseberangan dengan-Nya adalah suatu kehormatan bagiku. Sebab hanya dengan begitu yang baik akan semakin terang benderang dan jelas untuk kalian pilih. Sekarang, semua terserah kalian.”
Saya menarik napas panjang dan menghembuskannya pelan-pelan. Ada yang bergetar dalam dada. Memang benar sepertinya. Tak ada alasan lagi untuk menunda memosisikan diri sebagai tuan bagi diri kita sendiri. Kitalah yang memilih melakukan kebenaran atau kejahatan, bukan siapapun. Oh, sudah saatnya kita menemukan kembali kemanusiaan kita. Bila kejahatan-kejahatan dan keburukan-keburukan yang selama ini ada di sekeliling kita adalah hasil akumulasi dari kejahatan-kejahatan dan keburukan-keburukan pribadi, sudah saatnya kita mengubahnya. Mulailah memilih segala yang baik dan yang benar dari diri kita sendiri, biarkan semua itu terus-menerus terakumulasi; lalu lihat apa yang akan terjadi!
Dia sudah menghilang tiba-tiba dari hadapan saya. Diam-diam saya ingin melakukan kebaikan pertama malam ini dengan berkata tulus padanya, “Terima kasih, Tuan Setan.” Dan kebaikan kedua? Saya menuliskan “curhat” ini buat kalian—semoga benar-benar menjadi kebaikan.
Kau ingin berbuat baik hari ini? Kau sudah melakukannya dengan membaca “curhat” ini. Lakukanlah tugas berikutnya, re-post catatan ini di note Facebook-mu, di blog, milist, atau di mana saja. Lalu lihat apa yang akan terjadi!
Dan mungkin seperti ini arti lagu nya yang saya ambil dari blog sebelah :
Arti lirik lagu Only God Knows Why – Kid Rock
I've been sittin here Lumayan lama sudah ku duduk di sini Tryin to find myself mencoba menemukan kembali diriku
I get behind myself merunut yang terjadi I need to rewind myself mengulang semua yang sudah kulalui
Lookin for the payback mencari tumpukan dendam Listen for the playback menelusuri semua ingatan kekacauan They say that every man bleeds just like me semua berkata semua orang pernah terluka
And I feel like number one dan aku merasa seperti nomor satu Yet I'm last in line tapi aku ternyata aku yang paling akhir I watch my youngest son kulihat anak terkecilku And it helps to pass the time hmmm, cukup membantuku melupakan masa lalu
I take too many pills it helps to ease the pain ku minum terlalu banyak obat2an, untuk menghilangkan rasa sakit I made a couple of dollar bills, but still I feel the same kuhamburkan uang bersenang-senang, tapi tetap kurasakan hal yang sama
Everybody knows my name semua orang tahu siapa aku They say it way out loud mereka meneriakan namaku dengan lantang A lot of folks fuck with me banyak teman yang berbagi kesenangan denganku It's hard to hang out in crowds tapi kau tahu, sulit bertahan dalam keramaian
I guess that's the price you pay kurasa itulah harga yang kau bayar To be some big shot like I am untuk menjadi terkenal seperti aku Out strecthed hands and one night stands berpeluk-peluk dan bercinta gila-gila’an Still I can't find love tetap saja aku tidak temukan cinta
And when your walls come tumbling down dan ketika tembok bentengmu runtuh I will always be around aku akan tetap di sana
Yeah As it...hey
And when your walls come tumbling down I will always be around
People don't know about the things I say and do orang tidak tahu apa yang aku katakan dan lakukan They don't understand about the shit that I've been through mereka tidak mengerti semua yang telah aku lalui
It's been so long since I've been home terlalu lama kutinggalkan tempat yang kusebut rumah I've been gone, I've been gone for way too long aku pergi, pergi terlalu lama
Maybe I forgot all things I miss mungkin aku lupa semua hal yang telah aku lewatkan Oh somehow I know there's more to life than this tapi aku tahu ada yang lebih bermakna dari pada semua ini
I said it too many times kukatakan itu berkali-kali And I still stand firm dan aku tetap berdiri tegak You get what you put in kau dapatkan yang kau berikan And people get what they deserve dan orang-orang mendapatkan yang menjadi hak mereka
Still I ain't seen mine tapi aku belum lihat milikku No I ain't seen mine belum kulihat yang menjadi hak-ku I've been giving just ain't been getting’ sudah banyak yang aku beri tapi aku tidak mendapat apa-apa I've been walking that there line sudah kulakukan yang seharusnya So I think I'll keep on walking jadi kupikir aku akan terus maju With my head held high dengan kepala tegak I'll keep moving on and only God knows why aku akan terus maju, dan hanya Tuhan yang tahu mengapa
Only God Only God Only God knows why, why, why, why Only God...knows...why, why, why Only God knows why Take me to the river edge beri aku sedikit jeda kelegaan Take me to the river, hey hey heyah
Yahh..mungkin sepertii itu ? Meski sudah terpuruk-terluka-tertekuk-hancur-luluh, tapi tetap bisa maju terus, kalau ada yang bertanya mengapa maju terus, jawab saja, hanya Tuhan yang tahu, hehe