Seperti kebiasan setiap malam saat semua sudah ,pergi entah tidur,ato pulang,suasana yg sangat nyaman untuk mengeluarkan semua imajinasi,utopia di dalam kepala..secangkir kopi pun menjadi korban alasan kenapa harus menjadi teman yg setia di setiap suasana..suasana yg sejuk tepat di puncak malam dan pergantian tanggal..meninggikan bisikan bisikan di hati yg langsung memerintahkan ke otak..
Udara malam yang sejuk ini tak sengaja ku hela,sedikit melegakan dada yg sempat sesak sejenak..masuk di sela sela jendela dan tralis,yg sudah dari tadi tertutup..rupanya hujan sepanjang sore tadi menjadi sahabat dengan udara saat ini..
'Desss,,nyala api dari korek gas,hanya sebentar menerangi ruangan yg sengaja di gelapkan ini,,sedikit menerangi wajah yg terpantul dari kaca yg ada tepat di depan,,dan bakaran rokok pertama mengajak untuk memulai berbicara. .
Sejenak terdiam,hati bertanya pada fikiran apa yg harus di ceritakan malam ini ?? Sayup terdengar sebuah lagu yg sejak tadi ku putar,,dan ku raih ipood ,didekat kan,dan sedikit volume di besarkan,,yahh,,sebuah lagu ini ,menyeret kembali kenangan dan ingatan ke beberapa tahun silam..dan saat ini sebuah lagu ini akan menjadi korban ,korban bedah yg memang saya bukan ahli bedah lagu,,tapi ini yg harus dan menjadi teman bicara saat ini..
Sebuah band yg sayang karyanya sekarang sudah tidak bisa di temukan lagi..oke,,saya mulai..
'
Terkutuklah Engkau bila Kau mendambakan diriku
Membusuklah Engkau bila Kau tetap menginginkan diriku
Kontan lagu ini menjadi lagu nomor satu yang kutunggu-tunggu selama tahun 2001. Aku sangat suka dengan musik yang hidup atau lirik lagu yang unik. Dan menurutku lagu ini memenuhi kriteria dua-duanya. Jenis musik rock yang tidak pedas seperti Between Angels and Insect-nya Papa Roach melainkan kelam seperti Falling Away from Me-nya Korn namun lebih kalem. Aku setuju bila nilai lagu ini setara dengan Milk It-nya Nirvana dengan aransemen dan liriknya yang unik.
Jelas lirik dan aransemen musiknya tidak biasa karena nama band mereka juga unik. Nama band ini menggunakan bahasa latin dan digawangi tiga personel, Olly, Ivan, dan Ambonk. Dan rupanya penggemar mereka cukup banyak dan berharap band ini kembali muncul dan menelorkan lagu-lagu dengan lirik mereka yang unik.
Kembali ke lirik “Senandungku”,awalnya aku beranggapan lagu ini menceritakan sosok pria yang angkuh terhadap gadis-gadis yang memuja dirinya. Bisa jadi benar, karena ada tipe pria atau wanita tertentu yang terobsesi dengan sosok yang dicintainya hingga ia hidup menderita. Namun, setelah kucermati lirik lagunya secara utuh dari baris pertama hingga pamungkas, nampak bahwa sosok pria dalam lagu ini adalah sosok yang rapuh dan tidak percaya diri.
Menurutku, tokoh pria di sini menyukai tokoh gadis, bahkan bisa dibilang ia jatuh cinta pada gadis ini. Dan si gadis juga menyukai pria yang digambarkan memiliki cacat fisik ini dengan tulus, bahkan berani memperjuangkan cintanya. Sayangnya, si pria merasa hubungan mereka akan sia-sia bila dilanjutkan, entah karena tidak percaya diri atau karena sebab lain, sehingga ia mengkhianati hatinya (baris terakhir) dan berupaya membuat gadis menderita dan membenci dirinya agar mau melepaskannya. Mirip dengan kisah romantika awal Izaku dan Noriko dan Kisah Legenda Pelangi. Lagu yang sebetulnya sedih, namun dibungkus seolah-olah menjadi lagu yang angkuh dan sinis oleh pilihan kata-kata dalam liriknya.
Selain kekuatan liriknya, lagu ini kuat oleh aransemen dan emosi vokalisnya. Musik pada awal-awal lagu nampak mengambang dan artikulasi vokalisnya kurang jelas (perlu telinga tajam dankonsentrasi untuk menangkap kata-kata) mirip dengan Kosong-nya Pure Saturday, tapi di bagian reff menghentak dan emosi vokalisnya semakin terakselerasi pada bait terakhir yang seolah menyimpulkan isi lagu ini. Kerja yang brilian.
Lirik lagu selengkapnya:
Terus menerus terlintas saat pertama kau menatapku
Masih merona wajah ini memuji kau buatku memerah
Kental darahku pun menggumpal lunak lidahku mengeras
Nafasku tercekik saat halusnya jemarimu menyentuh cacat tubuhku
Reff: Terkutuklah engkau bila kau mendambakan diriku
Membusuklah engkau bila kau tetap menginginkan diriku
Tak kan habis nada ini kusenandungkan
Tuk memuja dirimu yang dianugrahi keindahan yang sempurna
Dan tak kan pernah cukup tinta ini kugoreskan
Tuk kugambarkan besarnya hati yang kan kupersembahkan pada dirimu
Pasti ku kan temukan cara tuk membuat dirimu menderita
Pasti kau kan penuh siksa dengan benci yang selalu kupelihara
Hati ku tak kan pernah berhenti tuk menghianati diriku. .
Yahhh...seperti itu kira kiranya 'ini hanya sebua lirik ' uytt ytpo